Dalam pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM), jumlah sambungan baru sering digunakan untuk menunjukkan kemajuan. Tetapi kemajuan pekerjaan fisik belum tentu sama dengan keberhasilan layanan.
Sambungan bukan akhir perjalanan
Meter terpasang belum tentu berarti air mengalir. Air mengalir belum tentu berarti pemakaian tercatat dengan benar. Tagihan yang diterbitkan pun belum tentu sudah dibayar.
Setiap tahap perlu bukti berbeda: lokasi dan identitas sambungan, hasil uji aliran, angka awal meter, hubungan dengan rekening pelanggan, data pemakaian, tagihan, dan rekonsiliasi pembayaran.
Ukur pelanggan yang benar-benar menerima layanan
Menghubungkan pemasangan, aktivasi, pembacaan, billing, dan collection membantu pengelola melihat apakah layanan sudah berjalan serta nilai ekonominya dapat dipertahankan. Masalah di salah satu tahap tidak boleh disembunyikan oleh jumlah sambungan terpasang.
Pertanyaan yang layak dipikirkan: Apakah kita sedang menghitung jumlah sambungan yang dibangun, atau jumlah pelanggan yang benar-benar menerima layanan dan dapat dikelola secara berkelanjutan?
Artikel ini memberikan kerangka berpikir umum, bukan rekomendasi khusus suatu proyek, pendapat hukum, atau pengganti penilaian teknis. Data, ketentuan, dan asumsi tetap perlu diverifikasi sesuai kondisi setempat.
AQUA-NESIA